Minggu, 22 Maret 2009

Integrated Marketing Communication

Integrated Marketing Communication

Secara operasional IMC dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep perencanaan marketing komunikasi yang melibatkan semua bentuk tools dalam berkomunikasi untuk mempengaruhi konsumen sehingga bisa mendapatkan efek komunikasi yang jauh lebih besar, tentu saja harus dipastikan semua aspek komunikasi tersebut satu suara, maksudnya memiliki message yang sama.

Bentuk komunikasi dalam komunikasi pemasaran terpadu itu meliputi iklan, PR, jaringan distribusi, sales promotion, direct marketing, CRM dan bentuk bentuk marketing komunikasi lainnya yang terus berkembang seiring dengan semakin berkembangnya ilmu ini, yaitu online marketing yang melibatkan internet.

Advertising and Promotional Tools

Disini terlihat bahwa iklan merupakan salah satu elemen yang ikut menentukan sukses atau tidaknya marketing komunikasi sebuah brand/produk, tetapi sesuai yang dibicarakan dalam buku "The fall of Advertising, and The Rise of PR", maka dapat kita simpulkan bahwa iklan tidaklah memegang peranan utama dalam sebuah komunikasi pemasaran.
Dalam konsep IMC, keberhasilan tidak bisa di klaim sebagai buah kerja keras salah satu bentuk komunikasi saja melainkan kerja keras dari semua elemen karena masing-masing elemen memiliki tugas yang berbeda, tetapi pada hakikatnya saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Pesan yang terintegrasi tentunya juga membantu untuk mencapai brand building sehingga juga bisa memaintain hubungan yang baik dengan customers.

Contoh kasus:

Seperti misalnya seorang yang akan meluncurkan produk, katakanlah XY.
Tugas iklan adalah membuat publik menyadari kehadiran produk XY(awareness).
Setelah publik sadar, tugas dilanjutkan oleh tim distribusi, sales promotion dan direct marketing untuk semakin menggenjot penjualan langsung di pasar.
Setelah publik membeli dan mengkonsumsi produk XY tersebut, harus dilakukan upaya untuk me'maintain loyalitas. Disinilah fungsi Customer Relationship Management yang dengan mengaplikasikan kreatifitas dan pemahaman consumer insight'nya dapat me'maintain loyalitas konsumen dengan pengadaan program yang sifatnya massal sehingga dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan dari konsumen maupun pendekatan lain yang lebih personal.
Efek dari semua kegiatan tersebut adalah meningkatnya sales secara signifikan.

Peranan IMC


IMC memiliki peran yang sangat penting terhadap penentuan dari tujuan pemasaran, salah satunya adalah menyukseskan kegiatan beriklan karena dari penjabaran fungsi di atas, terlihat bahwa iklan menjadi tidak mengena ketika tidak di'support oleh distribusi yang bagus, kerja keras dari direct marketing , sales promotion dan tim-tim yang lain.

Iklan membantu untuk mendorong timbulnya aksi pembelian untuk mencoba produk XY tersebut, serta juga kemudian untuk membantu menguatkan keinginan untuk melakukan pembelian berikutnya.

IMC tidak dapat dilihat dari satu aspek komunikasi saja, tetapi dalam prakteknya kita bisa melakukan analisis untuk dapat mengetahui aspek IMC yang manakah yang paling dominan dalam mencapai efektifitas dan efisiensi dari program komunikasi pemasaran perusahaan.

Disini terlihat bahwa iklan merupakan salah satu elemen yang ikut menentukan sukses atau tidaknya marketing komunikasi sebuah brand/produk. Dalam konsep IMC, keberhasilan tidak bisa di klaim sebagai buah kerja keras salah satu bentuk komunikasi saja melainkan kerja keras dari semua elemen karena masing masing elemen memiliki tugas yang berbeda yang saling berintegrasi.

Senin, 16 Maret 2009

All about marketing...

Marketing

Menurut The British Chartered Institute of Marketing :
Marketing is the management process responsible for identifying, anticipating, and satisfying customer requirements profitably.

Disini bisa kita lihat bahwa marketing memiliki beberapa key points yang perlu kita perhatikan yaitu :
1. Sebagai suatu proses management, disini maksudnya seorang marketer bukanlah hanya menjadi pekerja biasa tetapi harus mampu menjadi manager baik bagi dirinya sendiri maupun management promosi yang akan dia akan lakukan.
2. Seorang marketer juga harus bisa meng’identify siapa saja yang menjadi target konsumen mereka berikut apa yang menjadi kebutuhannya.
3. Marketer juga diharapkan bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi, mereka harus berpikir tentang plan ahead, memprediksi apa yang akan terjadi di market mereka, membuat keputusan berdasarkan intuisi mereka tanpa takut dengan resiko yang akan mereka ambil.
4. Pada hakikatnya, marketer yang baik juga memegang teguh prinsip lama “kepuasan konsumen adalah yang utama”. Dalam bisnis, yang terpenting adalah kepuasan konsumen, hal ini sangat berpengaruh pada citra kita dan juga berdampak pada aktifitas promosi kedepannya. Maksudnya begini, konsumen yang puas akan menceritakan kepuasan yang mereka rasakan pada teman atau kenalan mereka, begitu pula sebaliknya. Dan ini adalah kekuatan dari word of mouth. Promosi apapun yang kita lakukan tidaklah akan sekuat dampaknya bila dibandingkan kekuatan dari word of mouth.
5. Prinsip dasar suatu usaha adalah profit margin, marketers bertujuan untuk meningkatkan profit. Profit yang dimaksudkan disini sebenarnya tidak selalu dalam bentuk cash, terkadang juga ada pengecualian. Contohnya untuk non profit organization, sekolah, local government. Mereka bukanlah suatu bentuk usaha yang profit oriented. Sehingga benefit yang didapat diukur dari berapa banyak orang yang involved membantu, seberapa efektivitas dari aktivitas yang dilakukan, dan sejauh mana organisasi tersebut wise dalam menggunakan fund yang mereka dapatkan.

Marketing is based on idea of exchange

Marketing adalah suatu fokus penting sebuah proses pertukaran barang maupun jasa. Sebagai seorang marketer, kita perlu untuk menentukan fair exchange, kita perlu menentukan nilai yang tepat bagi barang ataupun jasa yang kita pasarkan.

Inilah pentingnya kita memilih target market dan mem’positioning’kan brand kita. Terkadang value dari proses pertukaran ini bisa jadi di luar logika, seperti hukum ekonomi yang tidak selalu berlaku ceteris paribus, selalu ada pengecualian.
Intinya, harga yang dibayarkan oleh konsumen kita haruslah juga menjadi harga yang pantas bagi mereka. Standart kelayakan harga ini sulit ditentukan dan tidaklah selalu berlaku konstan.
Marketing menjadi topangan bagi konsep yang lain. Ia menjadi titik kunci yang dalam prosesnya berjalan berkesinambungan dengan production, sales and financial concept.

  • The production concept is based on ability of an organization to make certain products, or to supply certain services.
  • The sales concept is based only on the selling of goods and services.
  • The Financial concept is based on costs.


Marketing selalu berhubungan dengan prediksi market di masa yang akan datang. Tetapi tidak ada jaminan bahwa prediksi kita sama dengan hasil yang kita harapkan. Yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan belajar sesuai dengan experience sebelumnya dengan memperhatikan probabilitas.


Organizing for Marketing

Pada prakteknya, marketing berhubungan dengan promotion, selling, distribution, dan juga servicing. Yang kebanyakan terjadi di masyarakat kita, marketing yang sampai hanya pada tahap selling. Sebetulnya distribusi dan servicing juga memegang peranan yang essensial.
Marketing adalah satu-satunya bagian dari organisasi yang memiliki kontak langsung dengan market. Mereka suka disebut sebagai jembatan ke konsumen. Merekalah yang melihat pasar, kemudian melakukan new product development yang terkait erat dengan bagian produksi.

Umumnya keberhasilan seorang marketing juga tidak terlepas dari kualitas produk yang dipasarkan. Apabila produk yang dipasarkan itu jelek atau tidak sesuai dengan permintaan pasar, maka marketing pun tidak akan sukses dalam memasarkan produk tersebut. Memang ada kemungkinan produk tersebut dapat terjual, dan mungkin saja terjual dalam jumlah yang besar, tetapi kita tidak mungkin mengharapkan loyalitas dari konsumen, maksudnya disini angka penjualan yang telah berhasil dilakukan kecil kemungkinan menghasilkan repeat order.


Marketing in different industries and sector

  • Fast Moving Consumer Goods(FMCG), yaitu perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan small items yang cepat habis dipakai oleh konsumen melalui retail shops, biasanya produksi dilakukan dalam jumlah besar. Ini adalah bisnis dengan harga produk yang cenderung murah sehingga untung sedikit, tetapi konsumen membeli produk ini regulary dengan keuntungan yang didapat tetap bisa dioptimalkan. Contoh produk FMCG adalah sabun, sampoo, dll
  • Consumen Durable, yaitu bisnis yang menjual produk dengan harga relatif tinggi. Repeat order itu penting tetapi tidak sesering FMCG. Pada sektor usaha ini, garansi purna jual sangatlah penting diperhatikan. Contoh produk dari consumer durables adalah kulkas, radio, sepeda, dll.
  • Capital Goods, yaitu suatu bentuk usaha yang memerlukan investasi yang besar. Contoh produknya adalah pesawat terbang. Menjadi marketer produk ini sangatlah berbeda dibanding menjadi marketer produk FMCG dan consumer durables. Marketer capital goods harus menyadari bahwa konsumen potensial dari usaha mereka sangatlah terbatas, semua perlu dikenal dan dihubungi, sema keputusan perusahaan harus hati-hati diambil karena tidak mudah untuk dikoreksi apabila terdapat kesalahan, perlu tim yang solid dalam membuat proposal yang detail dan meyakinkan. Di bisnis ini, reputasi sangatlah penting.
  • Small Budget Organization, yaitu organisasi dengan budget yang kecil (contohnya RS, universitas, lembaga amal) sehingga setiap sen yang dikeluarkan oleh marketernya harus sangat diperhatikan. Mereka juga harus satu komunikasi, maksudnya satu dan lainnya harus memiliki tema yang berbasiskan pesan yang sama.
  • Business to Business , yaitu marketing yang dilakukan dari suatu perusahaan ke perusahaan yang lainnya. Biasanya bisnis ini sangatlah terstruktur. Bisa dilakukan dalam jumlah yang sangat besar dan dapat diperpanjang kontraknya. Contohnya : supplier alat-alat tulis, raw materials, dll.


Environmental Issues


Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu organisasi:

  • Social and cultural , yaitu terdiri dari bahasa, budaya, sikap dan perilaku. Contohnya adalah kasus Ajinomoto yang sempat dihempas isu minyak babi, kemudian dengan menggandeng Dedy Mizwar dan juga MUI akhirnya masalah itu pun dapat ditangani dengan baik.
  • Technological and product innovation, teknologi terus mengalami perkembangan secara cepat, contohnya Orang Tua Group, selalu ada new product development yang ia lakukan sebagai bentuk antisipasi dari out of date.
  • Economic and market conditions, kedua saling berhubungan erat dan perubahan keduanya selalu mempengaruhi keadaan organisasi baik direct maupun indirect.
  • Education, training, and employment, supaya tetap ada kualitas yang perlu dijaga sehingga tetap bisa menghasilkan suatu produk yang bagus, dengan instruction booklet dan iklan yang menghasilkan suatu pesan komunikasi yang tepat.
  • Political, keputusan yang dibuat berdasarkan aspek politik sangat penting, contohnya adanya embargo ekonomi yang mempengaruhi arus perdagangan antar negara.
  • Legal, ini juga merupakan aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian , kita perlu tahu tentang hukum yang berkaitan dengan prosedural usaha dan yang juga mungkin akan mempengaruhi bisnis yang kita jalankan. Sebagai tambahan, kita juga bisa memperhatikan legislation serta codes of conduct yang berkaitan.
  • Environmental protection, hal ini tepatnya berkaitan dengan planet tercinta kita, bumi. Setiap negara punya regulasi yang mengatur hal ini, baik seputar air, udara, tanah, dan local issues yang lainnya.

Marketing Planning


Di dalam suatu usaha, biasa kita berpedoman pada Planning, Organizing, Action, dan juga Controlling. Ini merupakan hal yang mutlak dilakukan. Dimulai dengan menganalisa situasi dan kondisi yang berkaitan dengan STEEPLE, yaitu dengan mencari data dan informasi yang berhubungan usaha yang kita lakukan, seputar environment, competitors, dan juga tentang usaha itu sendiri seperti apa, kemudian membuat rencana, baik jangka pendek, menengah dan panjang, yang selanjutnya di’implementasi’kan dengan selalu melakukan pengecekan sehingga segala sesuatu yang kita lakukan selalu sesuai dengan objektif yang mau kita capai. Jika dalam usaha yang kita lakukan ada yang tidak beres, kita bisa langsung menyesuaikan lagi dengan melakukan pre-monitoring, kemudian men’set ulang lagi business plan kita. Selanjutnya kita bisa mengukur keberhasilan usaha kita dari sales forecasts, biasanya jumlah yang terjual yang dijadikan patokan.


SMART Objectives

Dalam menentukan objektif, kita diharapkan berpedoman pada Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Timed. Disini maksudnya sudah terlihat jelas bahwa kita harus fokus pada objektif kita, objektif yang dimaksud disini juga harus spesifik, budget juga harus jelas, sehingga tidak timbul kesalahpahaman, selain itu juga jangan muluk-muluk, pastikan bisa diukur dan dicapai, dan ada batas waktu untuk memastikan apakah target kita tercapai atau tidak. Biasanya kita harus memilih, apakah tercapai kualitas, atau kuantitas.


Di dalam maketing, distribusi memegang peranan yang vital. Kita perlu untuk memperhatikan customers dan consumers kita. Untuk bisa melakukan suatu aksi pembelian(Decision Making Unit) biasanya ada berbagai tahapan yang perlu dilalui, yaitu :

  • Starter, ini adalah awal mula yang menstimulasi customers dan consumers kita, contohnya bunyi tukang jualan makanan yang menarik pembeli, display pakaian cantik yang menarik pengunjung.
  • Purchaser, yaitu orang yang menentukan pembelian, bisa saja pembelian dilakukan untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain.
  • Advisor, saran atau cerita tentang pengalaman sebelumnya dari teman, bos ataupun artikel dari jurnalis yang mempengaruhi suatu proses pembelian, biasanya berpengaruh pada pembelian pertama suatu jenis produk, semi rutin produk, barang yang habis dipakai, barang yang sedang tidak ada stoknya.
  • Decider, kadang seseorang itu bisa menjadi purchaser dan decider sekaligus.
  • End User, adalah konsumen, pemakai, yang menghabiskan atau mengurangi nilai barang dan jasa.
  • Finance, sudah jelas uang merupakan sumber dari semua proses jual-beli.

Sedangkan aktifitas pembelian di sebuah industri dilakukan dengan mempertimbangkan BADGIES , yang terdiri dari :

  • Buyer, yaitu yang mengontrol short list yang mau dibeli, tetapi bukan yang membuat keputusan pembelian,
  • Approver, yaitu bos atau direktur yang memberikan opini secara profesional serta menentukan yang mana yang penting dan mana yang kurang penting,
  • Decider, yaitu supervisor di counter toko yang paling mengetahui serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang lainnya,
  • Gatekeeper,terdiri dari satpam, resepsionis, dan sekretaris yang mungkin memiliki akses dengan buyer,
  • Influencer, yaitu yang kemungkinan mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk,
  • End User yaitu pemakai langsung dari produk yang akan dibeli, biasanya manager meminta rekomendasi dari departemen yang akan menggunakan produk ini, Starter, yaitu rapat pengembangan dengan kebutuhan untuk menyediakan barang-barang industri.
  • Distribution, kunci utamanya adalah menyalurkan barang dan jasa secara efektif dan efisien dari tempat penghasil ke daerah yang dilakukan.


Decision Making Process, dimulai dari mengamati situasi pasar yang ada, melihat dan mengamati ntuk kemudian mengembangkan berbagai alternatifnya, mengevaluasi, memilih alternatif terbaik, mengimplementasikan keputusan untuk kemudian dievaluasi lagi.
Setiap manusia melakukan aktivitas, pasti ada motivasi dibaliknya mulai dari yang dasar seperti kebutuhan akan sandang, pangan,papan, kebutuhan akan rasa aman dan dilindungi, kebutuhan untuk cinta dan saling memiliki, kebutuhan pengaktualisasian diri hingga kebutuhan untuk mengerti betul potensial mereka secara menyeluruh. Disinilah kita perlu melakukan analisa pasar sebelum melakukan segmentasi, targeting dan juga positioning.


Segmentasi dilakukan dengan mengamati berbagai aspek, mulai dari wilayah tempat tinggal, secara demografis (umur, gender, agama, status, dan jenis pekerjaan), berdasarkan kelas sosial, dan juga geodemografis. Setelah melakukan pengamatan lewat segmentasi, kemudian kita melakukan targeting,yaitu menentukan segmentasi pasar yang mau kita garap, kemudian kita dapat berusaha melakukan positioning, dengan berusaha menempatkan konsep unik tentang produk kita di benak konsumen.


Kita harus mencari sesuatu yang beda, sehingga punya nilai jual yang bagus. Proses pencarian ini dapat dilakukan dengan melakukan marketing research, bisa berupa market research, competitor research, promotional research, retail audit, distributor research, pricing research, product research, sales research, concept and product testing. Data-data yang didapat dari research ini bisa data qualitative(berupa angka, hard facts) ataupun qualitative(berupa pendapat, dengan sudut pandang yang subjektif).


MARKETING MIX

7ps-7Cs
Product-Customer Value
Price-Cost
Place-Convenient
Promotion-Communication
Physical Evidence-Confirmation
People-Consideration
Process-Coordination

7Ps dan 7Cs membantu kita sebagai seorang marketing untuk berpikir dan menempatkan diri sebagai seorang customers, bagaimanapun juga ini membantu kita untuk memahami apa yang menjadi need dan want sehingga bisa memuaskan pelanggan kita. Produk offering yang berupa barang dan jasa bisa kita analisa berdasarkan fisiknya, fungsinya, ataupun secara simbolik saja.
Dalam melakukan sales communication, kita perlu menyadari adanya 4 tahapan penting yaitu attention, interest, desire and action. Stage ini menentukan langkah apa yang selanjutnya kita lakukan untuk dapt berkomunikasi secara efektif.

Yang paling penting di dalam komunikasi adalah diterimanya pesan kita secara jelas, yaitu tersampaikan isi pesannya dengan baik.
Dalam marketing juga dikenal istilah push dan pull model dimana pada push model terjadinya komunikasi diarahkan mulai dari manufacturer kemudian ke wholesaler, retailer, baru ke customer dan consumer. Yang memegang peranan terpenting adalah retailer yang dapat memberikan diskon.


Sedangkan pada pull model, perbedaannya terdapat pada adanya media yang mendampingi aktivitas komunikasi yang dilakukan, baik advertising, public relations, sales promotion dan personal selling.



Product Life Cycle
Setiap usaha pasti mengalami tahapan :

  • development, yaitu proses pembentukan, pengembangan barang dan jasa, introduction, yaitu proses pengenalan lewat ‘launching product’,
  • growth,yaitu proses suatu produk membangun market share,
  • maturity , yaitu proses suatu produk mencari loyal customers dan decline, yaitu saat suatu produk mulai meredup.
    Di dalam pemasaran suatu barang, juga perlu untuk menentukan price as value, maksudnya adalah harga dari produk kita harus dapat meng’cover value yang tepat, bisa berupa status, kegunaan produk, serta product long life.

Disini juga perlu kita perhatikan bahwa barang dari produk kita juga perlu untuk merefleksikan objektif dari korporat kita, men’support image, membantu mencapai profit, menyediakan cash untuk riset dan pengembangan lanjutan, prinsip dasar repeat business dalam jangka panjang, branding.

Selain itu dalam menentukan harga juga ada faktor-faktor yang juga menentukan yaitu faktor psikologis, cost plus(sudah dihitung semua biaya beserta keuntungan yang diinginkan), faktor permintaan dan penawaran, faktor lokasi, penetrasi pasar, serta juga harga perkenalan. Negosiasi harga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan pemberian bonus, diskon, sale or return dan special promotion.
Distribution, kunci utamanya adalah menyalurkan barang dan jasa secara efektif dan efisien dari tempat penghasil ke daerah yang dilakukan.

Integrated Marketing Communication(IMC)
Secara umum, IMC bisa dikatakan sebagai suatu aktifitas komunikasi yang paling lengkap. IMC tidak hanya seputar kegiatan memasarkan produk yang berupa barang ataupun jasa saja, tetapi juga merupakan suatu bentuk komunikasi antara perusahaan dengan publik. IMC merupakan bauran komunikasi pemasaran terpadu yang menggabungkan tentang promotional mix, seperti advertising, sales promotion, direct selling, Public Relations, dan marketing tentunya.

Belanda = Pilihan Studi ?!




Studi keluar negeri sudah lumrah bagi masyarakat Indonesia. Negara yang banyak diminati oleh pelajar Indonesia meliputi:
The United Kingdom, The USA, The Netherlands, Canada, Australia , maupun juga negara-negara yang masih di benua asia seperti:Japan, Singapore, Malaysia, dan masih banyak negara yang lainnya. Saya kan membahas lebih jauh mengenai studi di negara Belanda, atau yang biasa familiar disebut The Netherlands. Belanda sebagai salah satu dari negara tertua yang menyediakan pendidikan berkualitas juga mendapatkan banyak perhatian oleh pelajar dari berbagai negara di belahan dunia internasional, apalagi Indonesia.

Pemerintah Belanda sejak puluhan tahun yang lalu sudah memberikan support untuk pelajar yang berasal dari berbagai negara untuk melanjutkan studi di Belanda, baik berupa bantuan beasiswa yang bersifat full ataupun partial, selain itu juga disediakan easy loan atau pinjaman dengan syarat yang terbilang mudah untuk melanjutkan pendidikan dengan kemudian melakukan pembayaran mencicil setelah masa pendidikan berakhir.



Negara Belanda merupakan negara di benua Eropa yang paling banyak memberikan beasiswa untuk pelajar di Indonesia. Hal ini tentu saja tidak hanya menjadi sesuatu yang menarik saja untuk kita, tetapi yang juga menjadi sesuatu yang patut kita perjuangkan, apalagi bagi kalian semua yang memiliki prestasi yang cukup memuaskan, tentu saja layak untuk berusaha mendapatkan partial ataupun full scholarship. Beasiswa tersebut adalah Hyugens Scholarship Programme, Stuned, NFP, maupun berbagai scholarship dari universitas yang bersangkutan.

Mengapa memilih Belanda sebagai negara tujuan untuk melanjutkan studi?

Ini merupakan pertanyaan dasar yang sering diajukan oleh semua pelajar pada umumnya. Jawabannya pun bisa bervariasi, tergantung pada masing-masing individu. Alasan yang paling banyak disebutkan adalah karena untuk belajar program studi yang di Belanda, kita cukup hanya berbekal modal penguasaan bahasa Inggris yang baik, yaitu dengan skor TOEFL minimal 580 ke atas ataupun IELTS 6.0 ke atas. Ini dikarenakan untuk mahasiswa internasional disediakan program internasional yang menggunakan Inggris sebagai bahasa pengantarnya, yaitu berjumlah 1,376 dari 1,391 program internasional. Berbagai program studi internasional ini pun sudah dijamin oleh institusi-institusi di negara Belanda tersebut berdasarkan standar kualitas dari program itu sendiri, proses perekrutan, seleksi dan prosedur konseling yang helpful.

Program studi yang ditawarkan di Belanda bisa kalian lihat lebih lanjut di link : http://www.nuffic.nl/international-students/dutch-higher-education/search-international-study-programmes/ispac_search_form

Selain itu, sambil kuliah, kita pun bisa sambil perlahan-lahan belajar bahasa belanda, atau dikenal dengan dutch. Masyarakat di Belanda pun terkenal multikultur dan ramah, mengingat terdiri dari berbagai etnis dan suku bangsa. Lingkungan inilah yang akan membantu kita untuk lebih mudah masuk dan bersosialisasi dengan komunitas global yang ada di seluruh dunia kedepannya.



Mengingat Belanda berada di tengah-tengah negara Eropa maka apabila kita melanjutkan studi di Belanda, kita juga berkesempatan untuk travelling ke berbagai negara lainnya yang terletak di benua Eropa. Biaya untuk kuliah di Belanda pun saya nilai sepadan dibandingkan kualitas pendidikan yang akan kita dapatkan.

Sistem Pendidikan

Di Belanda, sistem pendidikannya dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
1. Sistem pendidikan yang bersifat lebih pada applied science, atau dikenal dengan University of Applied Sciences/ lebih dikenal di Belanda dengan sebutan Hogeschool.
Di Belanda terdapat 44 hogeschool yang mengarahkan mahasiswanya untuk menjadi professional dengan syarat masuk memiliki pengalaman kerja praktek seperti magang ataupun internship di sebuah perusahaan.

2. Sistem pendidikan yang berbasiskan pada research, atau dikenal dengan universitas riset yang dalam bahasa Belanda disebut universitiet.
Di Belanda terdapat 14 universiteit, pada umumnya universiteit mengarahkan untuk menjadi ilmuwan ataupun pakar di bidangnya, namun tidak menutup kemungkinan juga untuk menjadi seorang professional di bidangnya.

Jadi, bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke Belanda bisa segera mencari program studi yang diinginkan melalui link yang telah saya sediakan di atas.

Semoga informasi ini membantu teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke Belanda.
Kalian juga dapat mengunjungi kantor NUFFIC NESO di Menara Jamsostek apabila ingin mendapatkan informasi lebih detail tentang studi di Belanda.

Cheers!

Note : tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetiblog
Sumber foto : Koleksi pribadi
Kategori : non wartawan




“My motto"


I made this widget at MyFlashFetish.com.